Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Oktober 2019•Update: 04 Oktober 2019
Naza Mohammed
BAGHDAD
Demonstran anti-pemerintah turun ke jalan-jalan di Irak pada Rabu untuk menuntut kehidupan yang lebih baik dan mengakhiri korupsi di pemerintahan.
Dewan Keamanan Nasional Irak mengadakan pertemuan darurat dengan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi untuk membahas cara mengatasi situasi tersebut.
Seorang pejabat Kementerian Kesehatan di provinsi selatan Dhi Qar mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa setidaknya empat demonstran tewas di wilayah itu.
Pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu menambahkan bahwa seorang perwira polisi juga tewas di provinsi tersebut.
Total korban tewas sejak protes dimulai pada Selasa mencapai 10 orang, sementara puluhan lainnya luka-luka.
Seorang petugas keamanan mengatakan bahwa para demonstran membakar sejumlah gedung pemerintah di provinsi Dhi Qar dan Najaf.
Demonstran dan aktivis sipil Hassan Rahm mengatakan kepada Anadolu Agency di Baghdad bahwa pemerintah telah menangguhkan sebagian layanan internet di negara itu.
"Layanan internet terputus secara sporadis sore ini, yang memaksa kami menggunakan berbagai program untuk menembus penyumbatan internet ini," ujar Rahm.
Perwakilan PBB di Irak mendesak pemerintah untuk menahan diri.
Pemerintah berlakukan pembatasan jam malam
Para pengunjuk rasa anti-pemerintah membakar sejumlah gedung pemerintah di Irak selatan.
Hakim al-Asadi, salah satu perwira militer yang bertanggung jawab atas Komando Operasi Al Rafidain, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa para demonstran membakar gedung-gedung pemerintah.
Dia mengatakan lima orang, termasuk pasukan keamanan, terluka dalam insiden itu sementara petugas berusaha untuk menjauhkan para demonstran dari kantor gubernur distrik.
Asadi juga mengatakan bahwa pembatasan jam malam diberlakukan di provinsi-provinsi bagian selatan tetapi tidak memberikan informasi lengkap soal durasinya.
Pemerintahan Irak telah lama gagal mengakhiri dugaan nepotisme dan korupsi di tengah upaya untuk mengakhiri kesalahan dalam pengelolaan dana publik.
Menurut data Bank Dunia, angka pengangguran dari kalangan pemuda di Irak mencapai sekitar 25 persen.
Negara ini juga berada di peringkat 12 negara terkorup di dunia, menurut survei yang dilakukan oleh sejumlah organisasi transparansi.