Barry Ellsworth
28 Juni 2018•Update: 28 Juni 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Mantan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper pada Rabu mengatakan kepada aliansi intelijen bahwa kebijakan pemerintahan Donald Trump, "America First" akan terus dipertahankan, bahkan jika Trump tak lagi memimpin.
"Terlepas dari berhasil atau tidaknya Donald Trump sebagai presiden, pada akhirnya, perubahan pendekatan yang diusung Trump, pada tingkat tertentu, dipastikan akan bertahan lebih lama dari masa kepemimpinannya," kata Harper.
Harper menyampaikan hal itu dalam sebuah konferensin yang dihadiri representatif Five Eyes di London. Grup tersebut mencakup Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia.
Menurut dia, AS kemungkinan akan bertindak untuk kepentingannya sendiri dan bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh sekutunya.
Harper mengakui bahwa keputusan-keputusan AS mungkin tidak "ideal" dan Five Eyes "mungkin frustrasi dengan unsur-unsur kebijakan pemerintahan Trump", namun Kanada dan negara-negara lainnya harus beradaptasi dengan perubahan AS karena memiliki hubungan di segala aspek penting dengan AS.
"Menurut saya adalah sebuah kesalahan bahwa AS meyakini mereka tidak membutuhkan mitra di seluruh dunia. Gagasan bahwa Anda hanya akan mengejar kepentingan Anda dengan bertindak sepihak atau tanpa memperhitungkan sekutu terdekat Anda, akan menjadi kesalahan yang sangat besar dalam jangka waktu yang lama," tandas dia.
Dia juga mengatakan, selain ancaman terorisme, serangan siber adalah yang menjadi kekhawatiran utama aliansi Five Eyes.
Harper menegaskan bahwa aliansi harus menyiapkan serangkaian pengamanan kolektif untuk menghadapi ancaman dari Tiongkok, yang perangkat keras dan lunaknya digunakan oleh kelima negara tersebut.