Dunia

Mantan menteri pertahanan jadi presiden Mauritania yang baru

Menurut KPU Mauritania, Mohamed Ould Ghazouani memperoleh 52,01 persen suara

Maria Elisa Hospita   | 24.06.2019
Mantan menteri pertahanan jadi presiden Mauritania yang baru Mohamed Ould Ghazouani. (File foto - Anadolu Agency)

Mauritania

Mohamed al-Bakay

NOUAKCHOTT

Kandidat presiden dari partai berkuasa Mauritania, Mohamed Ould Ghazouani, dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden negara itu.

Mantan menteri pertahanan itu meraih 52,01 persen suara dalam pemungutan suara yang digelar pada Sabtu.

"Aktivis hak asasi manusia Biram Ould Abeid menempati posisi kedua dengan 18,5 persen suara, diikuti oleh kandidat oposisi Mohamed Ould Boubaker, yang meraih 17,8 persen suara," kata Komisi Pemilihan Umum Mauritania, Senin.

Sementara itu, Ketua Movement for Rebuilding Kane Hamidou Baba mengumpulkan 8,71 persen suara, anggota parlemen Mohammed Ould Mouloud dengan 2,44 persen suara, dan ahli ekonomi Mohammed Al-Amin al Wafi dengan 0,40 persen suara.

Hasil tersebut belum disetujui oleh Dewan Konstitusi Mauritania.

Ould Ghazouani adalah sekutu Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz, yang berkuasa sejak kudeta 2008.

Enam kandidat bersaing dalam pemilihan presiden yang disebut-sebut sebagai pemilihan demokratis pertama sejak Mauritania memperoleh kemerdekaan pada 1960.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.