Pizaro Gozali İdrus
29 November 2018•Update: 29 November 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Para pengacara pengembang yang terlibat dalam kerusuhan kuil Hindu di Selangor telah membayar sekitar Rp500 juta bagi 50 pria Melayu untuk mengurus “sejumlah hal” di kuil Hindu.
Namun, hal itu justru menimbulkan ketegangan yang memicu kerusuhan, kata Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin.
"Karena mereka menyewa orang Melayu untuk mengurus berbagai hal di kuil Hindu, Anda dapat membayangkan reaksi yang akan muncul," kata Muhyiddin seperti dilansir Channelnews Asia pada Rabu.
"Bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda mengirim orang Hindu untuk mengurus masjid?" tambah dia.
Pengembang, One City Development, dan pengurus kuil masih berselisih tentang pembagian tanah di tempat kuil berdiri.
Pengembang sendiri adalah pemilik sah tanah tersebut.
Muhyiddin mengatakan sebenarnya Pengadilan Tinggi Shah Alam pada tanggal 11 Maret 2014, mencatat keputusan persetujuan tentang relokasi kuil dan pengembalian situs candi kepada pemiliknya.
Namun, kata dia, keputusan itu tak bisa dilaksanakan karena keberatan dari sejumlah warga Hindu.
Berdasarkan penyelidikan polisi, dua kelompok Hindu yang terlibat dalam kerusuhan ini saling berbeda pendapat, yang satu menyetujui relokasi dan kelompok lainnya menolak.
Muhyiddin mengatakan mereka yang terkait dengan perusahaan belum memenuhi proses akuisisi situs candi sebagaimana diatur sesuai ketentuan hukum.
Muhyiddin mengatakan setelah serangkaian negosiasi antara kedua pihak yang gagal mencapai kesepakatan, pengembang berencana mengambil alih kuil sesuai perintah pengadilan tetapi gagal karena protes dari kelompok-kelompok Hindu dan keributan di lokasi.
Pengembang mencoba lagi untuk mengambil alih kuil, yang dijadwalkan berlangsung pada 26 November pagi, setelah berdiskusi tentang masalah ini dengan pengurus kuil.
Muhyiddin mengatakan polisi diberitahu tentang rencana tersebut dan mereka siap untuk menjaga ketertiban di sekitar kuil.
Namun, penyelidikan polisi menemukan bahwa pengacara pengembang telah menyewa sekelompok orang yang masuk ke kuil dan mengendalikan situasi sebelum kedatangan pengembang dan polisi, katanya.
Hal ini membuat marah jemaah Hindu dan memicu pertengkaran.
"Jika tindakan yang terburu-buru dan lalai ini tidak dilakukan, saya yakin tidak akan ada bentrokan antara pria Melayu dan umat Hindu di Kuil Sri Maha Mariamman," kata dia.
Muhyiddin mengatakan kedua pengacara pengembang kini telah ditangkap.