Maria Elisa Hospita
29 November 2018•Update: 29 November 2018
Senhan Bolelli
MADRID
Pemerintah Italia mengumumkan bahwa mereka tidak akan menandatangani perjanjian mengenai migrasi hingga parlemen membuat keputusan.
"Global Migration Compact adalah dokumen yang mengangkat masalah dan pertanyaan yang menjadi kekhawatiran bersama. Oleh karena itu, memperdebatkannya di parlemen adalah langkah yang tepat," kata Perdana Menteri Giuseppe Conte.
Di hadapan anggota parlemen, Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini mengatakan pemerintah Italia tidak akan mengunjungi Maroko pada awal 10-11 Desember di mana perjanjian itu akan secara resmi diadopsi dalam pertemuan internasional.
Setelah diskusi di antara negara-negara anggota berlangsung selama dua tahun, kesepakatan itu akhirnya diselesaikan pada Juli.
Perjanjian yang tak mengikat secara hukum itu bertujuan untuk membuat proses migrasi lebih teratur dan aman di seluruh dunia.
Pemerintah Eropa yang populis di Austria, Polandia, dan Hungaria, dan beberapa negara lain termasuk Amerika Serikat, Israel, dan Australia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka tidak akan menandatangani perjanjian.
Mereka mengklaim bahwa perjanjian tersebut dapat merusak kebijakan kedaulatan dan imigrasi mereka.