Muhammad Abdullah Azzam
05 Agustus 2019•Update: 06 Agustus 2019
Mehmet Nuri Uçar
TRIPOLI
Beberapa kota di Libya mengalami pemadaman listrik setelah penyerangan kelompok bersenjata di negara tersebut.
Melalui sebuah pernyataan yang dikeluarkan perusahaan listrik umum yang berpusat di Tripoli, kelompok bersenjata telah menyerang empat pembangkit listrik di berbagai daerah.
Serangan tersebut mengakibatkan pemadaman listrik di kota al-Zawiya, al-Harsyah, al-Jamil, al-Ujailat dan bagian selatan kota Sorman.
Sejak awal April, pasukan yang setia kepada Haftar telah meluncurkan kampanye untuk merebut ibu kota, Tripoli, dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bentrokan itu telah menyebabkan 1.093 orang tewas dan sekitar 5.700 lainnya terluka.
Libya telah dilanda gejolak sejak 2011, ketika Muammar Gaddafi digulingkan dan tewas dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, ada dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di negara kaya minyak itu, satu di Libya timur, dan satu lagi di Tripoli.