Nani Afrida
20 Maret 2020•Update: 20 Maret 2020
Aydogan Kalabalik
TRIPOLI, Libya
Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB telah melumpuhkan 25 anggota milisi yang loyal terhadap pemberontak Jenderal Khalifa Haftar pada Jumat dalam sebuah bentrokan di ibu kota.
Febrayer TV yang berbasis di Tripoli melaporkan bahwa pasukan yang mengambil bagian dalam Volcano of Rage Operation dari GNA dan para milisi bentrok di wilayah Ain Zara di selatan Tripoli.
Para anggota milisi yang tewas disebut-sebut sebagai tentara bayaran yang dibawa dari Sudan dan Chad.
Foto mayat mereka diposting di media sosial.
“Kami menekankan lagi bahwa kami tidak memulai perang ini. Namun, kami akan memutuskan kapan dan di mana perang ini akan berakhir, ”kata juru bicara militer GNA Mohammed Qununu dalam siaran pers.
Mempertimbangkan gencatan senjata yang diusulkan karena pandemi virus korona, Qununu mengatakan bahwa milisi Haftar melanggarnya pada Rabu.
Serangan roket Rabu itu menewaskan tiga anak dan melukai empat lainnya di Ain Zara.
Sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, dua kursi kekuasaan telah muncul di Libya: Haftar di Libya timur, didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan GNA di Tripoli, yang mendapatkan pengakuan PBB dan internasional.
GNA telah diserang oleh pasukan Haftar sejak April lalu, dengan lebih dari 1.000 orang tewas dalam kekerasan tersebut.
* Ditulis oleh Sena Guler