Dunia

Laporan: Iran baru pasang kurang dari 10 ranjau laut di Selat Hormuz

Lembaga riset AS menilai Teheran menahan diri karena risiko politik dan ekonomi yang besar

Gizem Nisa Demir  | 12.03.2026 - Update : 12.03.2026
Laporan: Iran baru pasang kurang dari 10 ranjau laut di Selat Hormuz

ISTANBUL

Iran dikabarkan baru menempatkan kurang dari 10 ranjau laut di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, meskipun negara tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan penambangan laut dalam skala besar.

Laporan yang dirilis Rabu (12/3) oleh lembaga riset yang berbasis di Amerika Serikat, Institute for the Study of War, menyebutkan bahwa Teheran tampaknya bersikap hati-hati dalam mengambil langkah tersebut karena mempertimbangkan risiko politik dan ekonomi yang luas.

“Iran tampaknya enggan menempatkan ranjau laut dalam jumlah besar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Iran memiliki kemampuan untuk menambang selat tersebut, negara itu tetap berhati-hati karena biaya politik dan ekonomi yang besar,” tulis laporan tersebut.

Laporan itu juga mencatat bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah menargetkan kemampuan angkatan laut Iran di kawasan tersebut.

Pada 10 Maret, CENTCOM mengumumkan telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran di sekitar Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk melemahkan kemampuan angkatan laut Iran serta membatasi potensi ancaman terhadap pelayaran komersial.

Menurut lembaga tersebut, penempatan ranjau laut dalam jumlah besar berpotensi mengganggu lalu lintas maritim internasional sekaligus menimbulkan kerugian besar bagi Iran sendiri.

Langkah tersebut, menurut laporan itu, akan menyebabkan gangguan besar bagi seluruh aktivitas pelayaran, bukan hanya bagi kapal-kapal non-Iran.

Selain itu, Iran juga berisiko menghadapi konsekuensi politik dengan China serta potensi dampak ekonomi terhadap Irak jika melakukan penambangan laut dalam jumlah besar.

Laporan tersebut menambahkan bahwa Iran selama ini bergantung pada ekonomi Irak yang berbasis minyak untuk membantu menghindari dampak sanksi internasional. Gangguan besar terhadap perekonomian Irak berpotensi menimbulkan efek ekonomi negatif bagi Teheran.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın