Azad Muhammed Abdullah, Idris Okuducu
18 Januari 2018•Update: 19 Januari 2018
Azad Muhammed Abdullah dan Idris Okuducu
ERBIL, Irak
Dewan Nasional Kurdi Suriah pada Rabu mengatakan, rencana Amerika Serikat (AS) untuk membentuk pasukan keamanan perbatasan PYD/PKK di Suriah dapat memicu perselisihan antara orang Kurdi dan Arab.
Juru bicara koalisi pimpinan AS Ryan Dillon pada Minggu mengumumkan rencana untuk membentuk 30ribu pasukan keamanan perbatasan di Suriah dengan SDF - kelompok yang disokong AS yang sebagian besar dipimpin atau dipersenjatai elemen-elemen teroris PYD/PKK.
Anggota pimpinan dewan, Ibrahim Biro, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa rencana AS akan memicu penyerbu Kurdi.
"Rencana tersebut bisa memicu konflik lain antara orang Kurdi dan orang Arab di sana," ujar Biro.
Biro menekankan, tidak ada populasi Kurdi di sekitar Sungai Efrat dan dukungan AS ke PYD/PKK hanya bertujuan untuk menjauhkannya dari Rusia dan Iran.
Biro juga mengatakan bahwa pihaknya telah memberi tahu AS bahwa PYD merupakan cabang dari PKK, namun AS justru melancarkan propaganda bahwa PYD berbeda dari PKK.
"Apa yang terjadi saat ini sama sekali berlawanan dengan klaim AS," tegas dia.
PYD/PKK adalah cabang kelompok teroris PKK di Suriah yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
Sejak pertengahan 1980-an, PKK telah melancarkan serangakaian kampanye teror untuk melawan Turki, yang telah menewaskan sekitar 40ribu jiwa, termasuk lebih dari 1200 jiwa pada Juli 2015, ketika mereka melanjutkan serangan bersenjata kepada pemerintah Turki.