Muhammad Abdullah Azzam
23 Maret 2019•Update: 23 Maret 2019
Ali Cura
MOSKOW
Juru bicara Kremlin Dmitriy Peskov mengatakan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan "mengakui sepenuhnya Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan" akan mengacaukan situasi di Timur Tengah.
Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, Peskov mengkritik pernyataan Trump tentang Dataran Tinggi Golan.
"Seruan serupa secara signifikan dapat mengacaukan situasi yang sudah tegang saat ini di Timur Tengah," kata Dmitriy Peskov.
Bagaimanapun, ide ini sama sekali tak akan berkontribusi pada solusi untuk krisis di Timur Tengah, ungkap Peskov.
Peskov memperingatkan justru malah sebaliknya efeknya dapat memberikan dampak negatif lebih besar.
Sementara Peskov berharap bahwa pernyataan Trump ini hanya menjadi sebuah seruan saja.
Cuitan Trump pada Kamis muncul menyusul momentum kongres di Capitol Hill. Departemen Luar Negeri pekan lalu untuk pertama kalinya mengubah terminologi wilayah yang diperebutkan itu sebagai "dikontrol Israel" alih-alih penggunaan "pendudukan Israel".
Israel sejak lama mendorong Washington untuk mengakui klaimnya atas wilayah yang direbutnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967.
Israel menempati dua pertiga Dataran Tinggi Golan sebagai dampak konflik. Mereka secara resmi pindah dengan mencaplok wilayah itu pada 1981 –tindakan yang ditolak oleh Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat.
Untuk pertama kalinya AS memberikan suara menentang resolusi tahunan PBB yang mengecam kendali Israel atas Dataran Tinggi Golan pada November.
Secara keseluruhan, 151 negara memberikan dukungan, sementara hanya Israel dan AS yang menentang.