Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Mei 2019•Update: 29 Mei 2019
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany dan Hamdi Yildiz
KAIRO
Kepala intelijen Mesir pada Selasa bertemu dengan Khalifa Haftar, komandan pasukan pemberontak Libya, selama kunjungan mendadak ke negara itu, lansir kantor berita resmi Kairo MENA.
"Abbas Kamel kembali ke tanah air setelah melakukan kunjungan singkat, di mana Haftar menjelaskan kepadanya tentang perkembangan terakhir di Libya," kata MENA, menambahkan bahwa rincian pertemuan itu tidak diungkapkan.
Pada awal April melancarkan kampanye besar untuk menangkap Tripoli, tempat Pemerintah Pusat Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB berkantor pusat di Gavi.
Setelah lebih dari sebulan bertempur di pinggiran Tripoli, kampanye Haftar gagal mencapai misi utamanya.
Namun demikian, pasukannya tetap dikerahkan di beberapa daerah di sekitar ibu kota.
Haftar juga telah mengunjungi Mesir sebanyak dua kali sejak awal kampanyenya dan secara terbuka didukung oleh pemerintah Mesir untuk memerangi terorisme.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.