Jeyhun Aliyev
02 November 2021•Update: 05 November 2021
ANKARA
Jumlah orang yang meninggal akibat virus korona telah melampaui 5 juta di seluruh dunia dalam waktu kurang dari dua tahun, menurut data dari Universitas Johns Hopkins pada Senin.
Data dari kampus yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu menunjukkan lebih dari 246,7 juta orang telah terinfeksi virus yang muncul di China pada Desember 2019, dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia.
Dengan hampir 46 juta kasus infeksi dan lebih dari 745.800 kematian, AS tetap menjadi negara dengan jumlah infeksi dan kematian tertinggi. Lalu diikuti oleh India dengan 34,2 juta dan Brasil dengan 21,8 juta infeksi.
Namun, dalam hal kematian yang dikonfirmasi, Brasil mengikuti AS dengan jumlah 607.824 kematian, sementara India memiliki jumlah kematian tertinggi ketiga dengan 458.437 jiwa.
Sementara itu, Meksiko juga menjadi salah satu negara dengan jumlah kematian tertinggi akibat virus tersebut, dengan 288.365 kematian dilaporkan hingga saat ini.
Selama sebulan terakhir, Rusia terus mencatat rekor kematian harian akibat Covid-19 tertinggi, di saat lebih dari 50 juta orang telah divaksinasi lengkap di negara itu, menurut otoritas kesehatan Rusia.
Lebih dari 6,94 miliar dosis vaksin telah diberikan sejauh ini secara global, menurut data Johns Hopkins.
Vaksin mRNA telah menunjukkan kemanjuran yang luar biasa dalam memerangi infeksi Covid-19.
Namun, varian baru yang muncul di seluruh dunia membuat para ilmuwan khawatir terkait efektifitas vaksin dalam memerangi mutasi virus tersebut.