Pizaro Gozali Idrus
08 Maret 2020•Update: 09 Maret 2020
Baris Seckin
ROMA
Korban tewas dan jumlah pasien virus korona terus meningkat di seluruh Eropa.
Di negara yang paling parah di Eropa, Italia, sejauh ini 233 orang telah meninggal dunia akibat virus ini.
Italia juga mencatat pasien virus korona naik menjadi 5.061 orang dan menjadikannya sebagai salah satu negara yang paling terdampak di dunia.
Sementara itu, korban tewas akibat virus korona di Prancis naik menjadi 11 orang dengan jumlah pasien melonjak menjadi 716 orang.
Jerman juga mengkonfirmasi jumlah pasien virus korona naik menjadi 795 orang.
Sedangkan Inggris mencatat 206 kasus.
Spanyol kini memiliki 441 kasus virus korona dan telah melaporkan 10 meninggal dunia sejauh ini.
Di Swiss, jumlah pasien meningkat menjadi 264 yang terdeteksi di 20 dari 26 provinsi.
Jumlah pasien virus korona di Swiss di antaranya 55 persen laki-laki dan 45 persen perempuan.
Sementara itu, jumlah pasien virus korona meningkat menjadi 188 orang di Belanda, 149 di Belgia, 81 di Austria, 19 di Republik Ceko, 11 di Rumania dan masing-masing lima orang di Hongaria dan Polandia.
Akibat peningkatan jumlah kasus, Austria kini menutup penerbangan dari Korea Selatan, Iran, dan kota Milan dan Bologna.
Kroasia memiliki 12 kasus virus korona, sementara di Makedonia Utara, jumlah pasien positif mencapai tiga orang.
Seorang pelaut Angkatan Laut AS yang ditempatkan di Napoli Italia positif mengidap virus korona, menandai kasus positif pertama bagi anggota tentara AS yang ditempatkan di Eropa.
Menteri Kesehatan Malta Chris Fearne mengatakan kasus pertama virus korona terkonfirmasi pada seorang gadis Italia berusia 12 tahun.
Gadis itu dan keluarganya sebelumnya telah mengkarantina diri mereka sendiri.