Dunia, Ekonomi

Kanselir Jerman ingatkan bahaya gelombang ketiga Covid-19

Kanselir Jerman mengatakan mutasi baru dapat memicu gelombang baru, dan pemerintah akan mengadopsi pendekatan yang hati-hati untuk menghapus lockdown

Muhammad Abdullah Azzam   | 26.02.2021
Kanselir Jerman ingatkan bahaya gelombang ketiga Covid-19 Kanselir Jerman Angela Merkel (Foto file - Anadolu Agency)

Berlin

Ayhan Şimşek

BERLIN 

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis memperingatkan gelombang ketiga virus korona yang lebih agresif dan pemerintahannya mengambil pendekatan hati-hati untuk melonggarkan pembatasan di negara itu.

Kanselir Merkel mengatakan kepada harian Frankfurter Allgemeine Zeitung bahwa pelonggaran pembatasan harus bertahap dan juga dipertimbangkan dengan hati-hati karena mutasi virus yang lebih mudah menular dan berbahaya yang diidentifikasi dalam beberapa bulan terakhir.

"Dengan mutasi baru ini, kita memasuki fase baru pandemi, dari mana gelombang ketiga mungkin muncul," kata Merkel.

Dia menggarisbawahi bahwa virus varian Inggris lebih agresif daripada yang asli, dan kemungkinan akan menjadi varian dominan di Jerman.

“Oleh karena itu, kita harus mengambil langkah-langkah cerdas dan hati-hati sekarang agar gelombang ketiga tidak menyebabkan penghentian total di seluruh Jerman,” tambah dia.

Awal bulan ini, pemerintah Merkel dan perdana menteri dari 16 negara bagian federal setuju untuk memperpanjang langkah-langkah pembatasan yang ketat di negara itu hingga 7 Maret.

Mereka menetapkan tujuan mengurangi infeksi hingga maksimum 35 kasus per 100.000 orang dalam periode tujuh hari untuk melonggarkan pembatasan.

Saat ini tingkat infeksi selama tujuh hari di negara itu adalah 61,7 kasus per 100.000 penduduk.

Jerman telah berhasil menurunkan jumlah harian kasus virus korona di bawah 15.000 kasus pada bulan ini, tetapi angka kematiannya jauh lebih tinggi daripada bulan-bulan sebelumnya.

Institut Robert Koch pada Kamis melaporkan 11.869 infeksi baru dan 385 kematian di negara itu.

Jerman saat ini memiliki jumlah total infeksi tertinggi kelima di Eropa Barat, setelah Inggris, Prancis, Spanyol, dan Italia.

Total kasus secara nasional mencapai lebih dari 2,4 juta kasus dengan setidaknya 69.125 kematian sejak awal pandemi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın