Erric Permana
10 Mei 2021•Update: 10 Mei 2021
JAKARTA
Presiden Indonesia Joko Widodo mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan pengusiran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah dan kekerasan di Masjid Al-Aqsa oleh Israel.
Presiden Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo -- mengatakan Indonesia mengutuk tindakan tersebut.
"Tindakan itu tidak boleh diabaikan," jelas Presiden Jokowi dalam akun resmi Twitternya pada Senin.
Menurut dia, Dewan Keamanan PBB harus bertindak atas pelanggaran yang berulang kali dilakukan oleh Israel.
Dia pun menegaskan Indonesia akan terus berpihak pada rakyat Palestina.
Dalam beberapa hari terakhir, warga Palestina di Yerusalem menggelar unjuk rasa sebagai solidaritas dengan warga Sheikh Jarrah.
Awal tahun ini, Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur, menyetujui keputusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka.
Jumat pekan lalu, polisi Israel juga berupaya membubarkan jemaah di dalam kompleks Masjid al-Aqsa menggunakan granat setrum dan gas air mata.
Akibatnya, ratusan warga Palestina terluka dalam serangan itu, yang dikecam oleh seluruh dunia.
Masjid al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam, sedangkan rang-orang Yahudi menyebut daerah itu "Gunung Kuil," mengklaimnya sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967.
Pada 1980, Israel menduduki seluruh wilayah kota, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.