Oliver Towfigh Nia
10 Januari 2025•Update: 14 Januari 2025
BERLIN
Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck pada Kamis menuduh Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya menimbulkan perpecahan di antara negara-negara Eropa, dan menyerukan front Eropa yang bersatu sebagai tanggapan.
“Eropa harus tetap bersatu,” kata Habeck saat wawancara dengan lembaga penyiaran publik Deutschlandfunk.
Habeck menegaskan bahwa Trump, selama masa jabatan sebelumnya, mencoba memecah belah persatuan Eropa dengan membuat kesepakatan dengan masing-masing negara dan mengisyaratkan ia akan mengulangi upaya tersebut.
"Jerman khususnya bergantung pada Eropa yang bersatu," kata dia nya, seraya mencatat bahwa serangan kebijakan perdagangan, seperti tarif, sebagian besar akan menargetkan produk-produk Jerman.
Karena Jerman memiliki surplus perdagangan terbesar dengan AS di antara negara-negara Eropa, Habeck menyoroti pentingnya dukungan Uni Eropa, dengan menekankan bahwa kebijakan perdagangan adalah kompetensi UE.
Kanselir Scholz kritik pernyataan Trump
Komentar Habeck menyusul kritik dari Kanselir Olaf Scholz, yang pada hari Rabu mengecam Trump atas pernyataannya baru-baru ini tentang akuisisi Greenland dan mungkin Kanada.
“Perbatasan tidak boleh dipindahkan dengan paksa. Prinsip ini berlaku dan menjadi dasar tatanan perdamaian kita,” kata Scholz.
Trump sebelumnya telah menyatakan minatnya pada wilayah Arktik Greenland, yang merupakan milik Denmark. Dalam konferensi pers baru-baru ini di perkebunannya di Mar-a-Lago, Trump tidak mengesampingkan kemungkinan aksi militer untuk menguasai Greenland atau Terusan Panama. Ia juga menyarankan tekanan ekonomi dapat diterapkan untuk mendorong Kanada bergabung dengan AS sebagai sebuah negara.
Usulan baru untuk Greenland
Pada hari Senin, Trump kembali menyampaikan usulannya yang kontroversial di platform Truth Social miliknya, dengan menyatakan: “Greenland adalah tempat yang luar biasa, dan masyarakat akan memperoleh manfaat yang luar biasa jika, dan ketika, tempat itu menjadi bagian dari Negara kita. Kita akan melindunginya, dan menghargainya, dari Dunia luar yang sangat kejam. JADIKAN GREENLAND HEBAT LAGI!”
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menepis pernyataan Trump dan menegaskan kembali sikap negaranya terhadap otonomi Greenland.
Hubungan yang tegang
Hubungan Jerman-AS juga diuji oleh pernyataan menghasut dari Elon Musk, penasihat dekat Trump. Musk secara terbuka mengkritik Kanselir Scholz dan Presiden Frank-Walter Steinmeier serta menyuarakan dukungannya terhadap partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) menjelang pemilihan umum Jerman pada 23 Februari.
Sebagai tanggapan, Scholz menegaskan kembali komitmen Jerman terhadap NATO sebagai pilar utama keamanan dan menggarisbawahi pentingnya menegakkan keutuhan batas negara. “Hal ini berlaku di Timur dan Barat. Hal ini merupakan inti dari apa yang kita sebut nilai-nilai Barat,” katanya.
Menjelang pelantikan Trump pada 20 Januari, para pemimpin Eropa bersiap menghadapi tantangan potensial terhadap hubungan transatlantik.