Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Oktober 2019•Update: 11 Oktober 2019
BERLIN
Menurut sebuah manifesto yang diduga ditulis secara online oleh pelaku penembakan sinagoge di Jerman timur mengatakan bahwa dia awalnya berencana untuk menyerbu sebuah masjid.
Stephan Balliet, 27, mencoba memasuki sebuah sinagog di kota Halle, Jerman timur, yang mencoba melakukan penembakan massal, tetapi terhalang oleh penjagaan keamanan yang ketat.
Balliet kemudian membunuh seorang wanita di jalan serta seorang pria di sebuah restoran Turki di dekat sinagoge.
"Saya awalnya berencana untuk menyerbu sebuah masjid atau pusat 'budaya' antifa, yang jauh lebih sedikit dijaga," katanya dalam manifesto yang diunggah di internet.
Polisi sedang menyelidiki keaslian pernyataan tersebut, yang mencakup catatan rinci tentang sinagoge dan pemakaman Yahudi di dekatnya yang ditargetkan serta foto-foto berbagai senjata dan bahan peledak buatan sendiri yang rencananya akan digunakan dalam serangan itu.
Pembunuh dari kelompok neo-Nazi itu mengatakan dia sengaja memilih hari paling suci bagi umat Yahudi Yom Kippur untuk melakukan serangan itu, dengan alasan bahwa umat Yahudi yang tidak taat sekalipun akan mengunjungi sinagoge pada tanggal tersebut.
Ekstremis sayap kanan itu menyiarkan serangannya secara langsung dengan kamera yang dipasang di kepala pada platform video Twitch.tv.