BERLIN
Jerman pada Jumat meminta Iran untuk "bekerja sama sepenuhnya" dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan menjawab semua pertanyaan tentang program nuklirnya.
"Kami mendukung seruan IAEA terhadap Iran. Negara ini harus bekerja sama secara penuh dan ekstensif dengan IAEA. Memastikan transparansi program nuklirnya dan menjawab semua pertanyaan terbuka," kata wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Andrea Sasse dalam konferensi pers di Berlin.
Dia juga menyesalkan perjalanan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi baru-baru ini ke Teheran tidak membuahkan hasil.
“Faktanya, tidak ada hasil nyata, seperti yang dikatakan Grossi sendiri pada konferensi persnya. Iran sekali lagi gagal menepati janjinya,” kata Sasse.
Sementara itu, Dirjen IAEA Grossi pada Rabu mengatakan bahwa pengawas nuklir PBB tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Iran dalam pembicaraan baru-baru ini tentang perannya dalam memantau program atom negara itu.
Berbicara pada konferensi pers di markas IAEA di Wina, Grossi mengatakan negosiasi di Teheran tidak meyakinkan.
Sementara itu, Sasse menolak untuk berspekulasi tentang rencana B jika pembicaraan nuklir Wina, yang dijadwalkan Senin ini, gagal.
Ketika negosiasi untuk mengembalikan kesepakatan nuklir Iran ke jalurnya akan dilanjutkan, pihak Iran berharap bahwa pembicaraan itu akan membuat AS mencabut sanksinya terhadap Teheran.
Kesepakatan nuklir ditandatangani pada 2015 oleh Iran, Amerika Serikat (AS), China, Rusia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Teheran berkomitmen untuk membatasi aktivitas nuklirnya untuk tujuan sipil dan sebagai imbalannya, kekuatan dunia setuju untuk mengangkat sanksi ekonomi terhadap Iran.
Tetapi AS, di bawah mantan Presiden Donald Trump, secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, mendorong Teheran untuk berhenti mematuhi kesepakatan itu.