Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 September 2019•Update: 04 September 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Walmart pada Selasa mengumumkan bahwa jaringan toko serba ada itu berhenti menjual senjata api dan jenis-jenis amunisi tertentu.
Dalam sebuah email kepada para karyawannya, Kepala Eksekutif Doug McMillon mengatakan raksasa ritel itu akan menghentikan penjualan amunisi senapan laras pendek seperti kaliber .223 dan kaliber 5,56.
"Kami tahu keputusan ini akan membuat beberapa pelanggan kami tidak nyaman, dan kami berharap mereka akan mengerti," kata McMillon.
"Aneka amunisi yang tersisa akan lebih terfokus pada kebutuhan penggemar perburuan dan olahraga menembak ... termasuk senapan dan senapan laras panjang, amunisi yang mereka butuhkan serta perlengkapan dan pakaian berburu dan olahraga," tambah dia.
McMillon juga meminta anggota parlemen untuk memperketat pemeriksaan latar belakang.
"Akhirnya, kami mendorong para pemimpin negara kami untuk bergerak maju dan memperkuat pemeriksaan latar belakang dan mencabut senjata dari mereka yang bertekad untuk menimbulkan bahaya," ujar dia.
Dia menambahkan bahwa berdasarkan pengalaman Walmart dalam menjual senjata api selama puluhan tahun, raksasa ritel itu menawarkan diri untuk menjadi sumber daya dalam debat nasional soal penjualan senjata yang bertanggung jawab.
Langkah ini diambil sebagai tanggapan terhadap dua penembakan mematikan di toko-toko Walmart, yaitu di El Paso, Texas, di mana seorang pria bersenjata membunuh 22 orang bulan lalu. Peristiwa lainnya di Southaven, Mississippi, pada akhir Juli, di mana seorang karyawan membunuh dua rekan kerja dan melukai seorang petugas.
Jaringan ritel itu juga tidak akan lagi mengizinkan pelanggan untuk secara terbuka membawa senjata ke salah satu tokonya.