Abdel Rauf Arnaut
05 Desember 2023•Update: 13 Desember 2023
YERUSALEM
Israel pada Senin menaikkan tingkat peringatan perjalanan untuk sekitar 80 negara di seluruh dunia di tengah serangannya yang sedang berlangsung ke Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, Dewan Keamanan Nasional Israel (NSC) mengatakan langkah tersebut menyusul “meningkatnya ancaman” dari Iran dan kelompok Hamas, dan upaya serangan terhadap orang Yahudi dan Israel di seluruh dunia.
Dewan Keamanan Israel mendesak warganya untuk memikirkan secara hati-hati mengenai urgensi melakukan perjalanan ke luar negeri dalam beberapa minggu mendatang dan mengikuti rekomendasi keamanan.
Mereka juga meminta para wisatawan Israel untuk menghindari manifestasi identitas Yahudi atau Israel mereka saat berada di luar negeri.
Berdasarkan pedoman keamanan baru, negara-negara Arab dan wilayah Kaukasus Utara diberi label sebagai wilayah berisiko tinggi.
Peringatan tingkat dua diberikan untuk kewaspadaan mencakup negara-negara di Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Brasil, Argentina, dan Australia.
Dewan Keamanan Nasional Israel mengatakan peringatan tingkat 3 untuk menghindari perjalanan yang tidak penting mencakup negara-negara seperti Afrika Selatan, Eritrea, Uzbekistan, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.
Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza pada Jumat setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu dengan Hamas.
Setidaknya 15.899 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 42.000 lainnya terluka dalam serangan udara dan darat yang tiada henti di wilayah kantong tersebut sejak 7 Oktober menyusul serangan lintas batas oleh Hamas.
Korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, menurut laporan resmi.