Abdelsalam Fayez
05 Desember 2023•Update: 07 Desember 2023
ISTANBUL
Hamas pada Senin menolak tuduhan Israel yang mengatakan pejuang Palestina melakukan pemerkosaan terhadap para sandera Israel dan menyebut sebagai “upaya putus asa” untuk memutarbalikkan perlakuan manusiawi kelompok tersebut.
“Kami menolak kebohongan Israel soal pemerkosaan, yang bertujuan untuk memutarbalikkan perlawanan dan menodai perlakuan manusiawi dan moral terhadap para tawanan,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu dikeluarkan menyusul tuduhan Israel terhadap pejuang Hamas atas pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap warga Israel dalam serangan 7 Oktober.
Hamas membebaskan 110 sandera yang ditahan oleh kelompok tersebut selama serangan lintas batas, termasuk 86 warga Israel dan 24 warga asing, sebagian besar adalah warga Thailand selama jeda kemanusiaan selama seminggu dengan Israel.
Hampir 136 sandera diyakini ditahan oleh kelompok tersebut.
Rekaman yang dirilis oleh kelompok Palestina menunjukkan beberapa sandera memberi hormat kepada pejuang Hamas saat mereka dibebaskan dari penawanan.
Hamas menyerukan semua media “untuk tetap waspada agar tidak terjebak dalam kebohongan Israel dan propaganda tendensiusnya, dan memverifikasi setiap informasi, untuk melindungi kebenaran dan menjaga kesucian pesan media.”
Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza sejak Jumat lalu setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu dengan Hamas.
Setidaknya 15.899 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 42.000 lainnya terluka dalam serangan udara dan darat yang tiada henti di wilayah kantong tersebut sejak 7 Oktober menyusul serangan lintas batas oleh Hamas.
Korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, menurut laporan resmi.