Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 November 2019•Update: 13 November 2019
Mohamed Majid
GAZA, Palestina
Tentara Israel melakukan setidaknya 30 serangan udara dan serangan artileri pada sejumlah daerah di Jalur Gaza, lansir kantor media pemerintah Gaza.
"Lebih dari 20 serangan udara Israel dan 10 penembakan artileri terjadi di berbagai wilayah kantong sejak Selasa pagi," katanya dalam sebuah pernyataan.
Serangan menargetkan tanah pertanian, bangunan tempat tinggal dan sejumlah tempat penting milik faksi Palestina.
Pemerintah mengatakan Israel mengumumkan penutupan penyeberangan Beit Hanoun yang ditujukan untuk perorangan dan penyeberangan Kerem Shalom untuk lalu lintas barang, serta mencegah nelayan berlayar.
Dalam perkembangan terkait, Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengumumkan keadaan darurat khusus selama 48 jam di wilayah-wilayah dalam jangkauan 80 kilometer di sekitar Gaza.
Tentara Israel pada Selasa malam mengatakan bahwa 190 roket telah diluncurkan dari Jalur Gaza menuju Israel.
Militer mengklaim bahwa baterai pertahanan misil Iron Dome-nya menyadap lebih dari 90 persen roket, sementara lebih dari setengah roket yang melewati kubah besi jatuh di tempat-tempat terbuka.
Sementara itu, sebuah rumah di Sderot, Israel selatan, dihantam roket yang diluncurkan dari Gaza.
Media setempat melaporkan tidak ada korban dalam insiden itu.
Situasi di Gaza memanas pada Selasa pagi setelah serangan udara Israel menewaskan Bahaa Abu al-Atta, komandan kelompok perlawanan Jihad Islam, serta istrinya Asmaa Abu al-Atta (39).
Pesawat tempur Israel juga meluncurkan serangan udara yang menargetkan anggota Jihad Islam Akram al-Ajouri di Damaskus, ibu kota Suriah.
Dua orang, termasuk putra al-Ajouri, tewas dan 10 lainnya terluka, tetapi pemimpin Jihad Islam itu selamat tanpa cedera.
Sebagai balasan atas pembunuhan Abu al-Atta, sayap militer Jihad Islam Brigade Quds mengumumkan peluncuran puluhan roket ke kota-kota Israel, di mana Israel merespons dengan serangan udara di Jalur Gaza.