Dunia

Israel lakukan penghancuran besar-besaran di wilayah selatan dan utara Gaza

Serangan Israel di Gaza menewaskan sejumlah warga Palestina meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025

Muhammad Abdullah Azzam  | 11.02.2026 - Update : 12.02.2026
Israel lakukan penghancuran besar-besaran di wilayah selatan dan utara Gaza

ISTANBUL

Militer Israel dilaporkan melakukan operasi penghancuran berskala luas terhadap rumah-rumah warga Palestina di wilayah selatan dan utara Jalur Gaza, di tengah berlanjutnya ketegangan meski gencatan senjata telah diberlakukan.

Menurut keterangan para saksi mata, pasukan Israel melaksanakan penghancuran besar di daerah timur Khan Younis, wilayah yang masih berada di bawah kendali militer Israel.

Penghancuran juga terus berlangsung di area-area Gaza City yang diduduki. Dilaporkan bahwa Israel menggunakan pesawat nirawak jenis quadcopter untuk menjatuhkan bahan peledak ke atas rumah-rumah warga Palestina yang telah ditandai untuk dihancurkan di wilayah Jabalia.

Selain itu, pasukan Israel disebut melepaskan tembakan ke arah wilayah pesisir Rafah dan Khan Younis. Kendaraan militer yang ditempatkan di Khan Younis juga dilaporkan menembaki warga Palestina.

Sumber-sumber kesehatan menyebut serangan Israel di Gaza dalam beberapa jam terakhir menewaskan sedikitnya empat warga Palestina.

Sebuah drone Israel dilaporkan menyerang sepeda listrik di dekat Desa Masdar, wilayah tengah Gaza, yang menyebabkan dua orang tewas. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah.

Dalam serangan lain menggunakan drone quadcopter di area yang sama, seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia.

Di wilayah Al-Satr Al-Gharbi, Khan Younis, satu orang tewas dan empat lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel.

Militer Israel, di sisi lain, mengklaim bahwa dalam 24 jam terakhir mereka melakukan serangan terhadap unsur-unsur Hamas di Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza dalam pernyataan tertulis menyebut bahwa dalam 24 jam terakhir, lima warga Palestina tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan Israel yang terus berlangsung meski ada gencatan senjata.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, tercatat 586 warga Palestina tewas dan 1.558 terluka. Dalam periode tersebut, 717 jenazah juga berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak Oktober 2023, total korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai 72.037 orang, dengan jumlah korban luka meningkat menjadi 171.666.

Di sisi lain, militer Israel juga dilaporkan melakukan operasi di Tepi Barat dengan menangkap jurnalis Palestina Mohammed Ridwan dalam penggerebekan di desa Beit Dajn, dekat Nablus.

Israel juga melakukan pembongkaran terhadap dua rumah warga Palestina di Bartaa, Jenin, serta menghancurkan sebuah bangunan usaha di Silwan, Yerusalem Timur.

Sementara itu, pemerintah Gaza melaporkan bahwa Israel hanya mengizinkan sekitar 25 persen dari total 1.600 orang yang dijadwalkan melintas melalui Perbatasan Rafah pada periode 2–9 Februari.

Penyelidikan dan perkembangan situasi di Gaza serta wilayah pendudukan lainnya masih terus berlangsung, sementara komunitas internasional terus menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan warga sipil.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın