Hayati Nupus
13 Februari 2019•Update: 13 Februari 2019
Esat Firat
JERUSALEM
Militer Israel menghancurkan tiga rumah milik warga Palestina dan sebuah toko pada Selasa malam di Yerusalem Timur.
Pemerintah Kota Yerusalem merobohkan bangunan di kota Jabal al-Mukaber dan Silwan tanpa pemberitahuan sebelumnya, dengan dalih bahwa mereka mendirikan bangunan tanpa izin, menurut Pusat Informasi Wadi Helwa di wilayah pendudukan.
Dua rumah dan sebuah toko yang dirobohkan itu milik Jamal Idkiydik berlokasi di Silwan, serta rumah Feryal Jeabis seluas 130 meter persegi (1.400 kaki persegi), yang menampung tujuh orang, berlokasi di Jabal al-Mukaber.
Mereka menekankan bahwa rumah Jeabis dihancurkan meskipun pemerintah kota telah menunda keputusan itu.
Orang-orang Palestina, bersama dengan beberapa kelompok hak asasi internasional, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Yerusalem dengan sengaja menghalangi pembangunan oleh orang-orang Palestina sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967.
Kelompok-kelompok HAM juga menunjukkan bahwa para pemukim Israel, sebaliknya, menghadapi sedikit kesulitan memperoleh izin untuk membangun unit perumahan khusus Yahudi di atas tanah Palestina yang disita di kota itu.
Sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan lebih dari 5.000 rumah di Yerusalem Timur sejak 1967.
Palestina berharap Yerusalem Timur pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina masa depan berdasarkan perbatasan pra-1967.