Afra Aksoy
30 Mei 2018•Update: 31 Mei 2018
Afra Aksoy
GAZA, Palestina
Pasukan Angkatan Laut Israel telah membebaskan sebagian besar penumpang kapal yang mereka cegat setelah kapal itu bertolak dari Pelabuhan Gaza pada Selasa untuk menghentikan blokade Israel di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama satu dasawarsa.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Komite Nasional untuk Memecahkan Pengepungan Gaza Adham Abu Silmiyya, mengkonfirmasi bahwa seluruh penumpang kecuali kapten kapal telah dibebaskan.
Para penumpang kembali ke Gaza melalui perbatasan Erez yang menghubungkan Jalur Gaza yang diblokade - yang telah dipimpin oleh Hamas sejak 2007 - dengan Israel.
Abu Silmiyya mengatakan, sebelumnya empat kapal angkatan laut Israel mengepung kapal yang sempat berlayar sepanjang delapan mil laut dari pelabuhan di Gaza.
Menurut dia, Israel "bertanggung jawab sepenuhnya" atas keselamatan semua orang yang berada di atas kapal, dan meminta masyarakat internasional untuk memperketat penjagaan bagi masyarakat Palestina yang terkepung.
Pihak militer Israel membenarkan bahwa mereka telah mencegat kapal Palestina yang kini diderek ke Pelabuhan Ashdod di Israel.
Dalam sebuah pernyataan, pasukan Israel menyebutkan tidak ada orang yang terluka dalam pengepungan ini.
Kapal itu mengangkut 20 penumpang Palestina, termasuk alumni universitas, pasien luka-luka yang mencari pengobatan di luar negeri, dan warga Palestina yang terluka karena kekerasan tentara Israel di dekat perbatasan Gaza-Israel baru-baru ini.
Kapal utama itu dikelilingi oleh beberapa kapal yang lebih kecil sebagai simbol perlawanan terhadap blokade Israel, yang telah terjadi sejak 2007 dan menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan di Gaza.
Menurut penyelenggara, upaya perlawanan blokade ini bertepatan dengan peringatan insiden Mavi Marmara (31 Mei 2010), yang menewaskan sepuluh aktivis asal Turki di perairan internasional oleh pasukan Israel.