Dunia

Iran serang lokasi militer Israel dan pangkalan AS di tengah eskalasi konflik

Iran menegaskan program nuklirnya bertujuan damai dan membantah tuduhan pengembangan senjata nuklir

Ahmet Dursun, Muhammet Torunlu, Abdel Raouf Arnaout  | 12.03.2026 - Update : 12.03.2026
Iran serang lokasi militer Israel dan pangkalan AS di tengah eskalasi konflik

ISTANBUL / YERUSALEM

Iran melancarkan serangan baru yang menargetkan lokasi militer Israel dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan pada Kamis, sementara Israel mengklaim telah menyerang fasilitas di Teheran yang disebut terkait dengan program pengembangan senjata nuklir Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya mengatakan serangan tersebut menargetkan lokasi militer di sekitar Tel Aviv dan Yerusalem serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.

Menurut IRGC, operasi itu melibatkan peluncuran berbagai jenis rudal, termasuk rudal Khorramshahr dengan hulu ledak ganda, rudal Kheibar Shekan yang membawa hulu ledak seberat satu ton, serta rudal Fattah dan Qader. Serangan juga dilaporkan melibatkan penggunaan drone bunuh diri.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sebuah lokasi tambahan di Teheran yang diklaim terkait dengan program nuklir Iran.

Militer Israel menyebut target serangan tersebut adalah kompleks Taleghan yang dituduh digunakan Iran untuk mengembangkan kemampuan penting dalam pembuatan senjata nuklir.

Menurut pernyataan militer Israel, kompleks tersebut diduga digunakan untuk mengembangkan bahan peledak canggih dan melakukan eksperimen sensitif sebagai bagian dari proyek “AMAD”, yang disebut sebagai program pengembangan senjata nuklir rahasia Iran pada awal 2000-an.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait klaim Israel tersebut.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Konfrontasi ini terjadi meskipun sebelumnya dilaporkan ada kemajuan dalam perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran.

Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir serta kemampuan rudal canggih, tuduhan yang dibantah oleh Teheran yang menyatakan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın