Maria Elisa Hospita
24 Agustus 2018•Update: 24 Agustus 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Pemerintah Inggris mengecam pemerintah Israel yang mengumumkan rencananya untuk membangun lebih banyak unit permukiman di Tepi Barat.
"Mereka melanjutkan kebijakan-kebijakan yang dikritik oleh dunia internasional dengan mengumumkan rencana untuk membangun lebih dari 1.000 unit di Tepi Barat," kata Menteri Inggris untuk Urusan Timur Tengah Alistair Burt dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis.
"Sekali lagi, Inggris mengecam langkah itu," tegas dia.
Burt menyebut permukiman itu "ilegal" karena menyalahi hukum internasional. Selain itu, masalah permukiman "masih menjadi salah satu hambatan solusi damai kedua negara".
Pada Selasa, harian Hayom melaporkan bahwa Israel akan membangun 650 unit permukiman baru di pusat Tepi Barat. Hari berikutnya, pemerintah Israel justru mengumumkan akan membangun lebih dari 1.000 unit rumah.
Unit-unit permukiman baru akan dibangun di pemukiman khusus Yahudi, Beit El, yang letaknya berdekatan dengan kota Ramallah.
"Saya mendesak Israel untuk menghentikan rencana itu, dan meminta semua pihak untuk berkomitmen dalam mengurangi ketegangan saat ini, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perdamaian yang adil dan abadi," tambah Burt.
Menurut data pemerintah Palestina, lebih dari 700.000 pemukim Yahudi kini tinggal di 196 permukiman (dibangun dengan persetujuan pemerintah Israel) dan lebih dari 200 pos pemukim (dibangun tanpa persetujuan) di Tepi Barat yang diduduki.
Kebijakan Israel mengenai pembangunan permukiman dipandang sebagai hambatan utama dalam proses perundingan perdamaian Palestina-Israel, yang terhenti pada tahun 2014.