Erric Permana
15 Januari 2018•Update: 16 Januari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia akan membahas kerja sama siber dan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dengan Pemerintah India akhir Januari nanti.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan pembahasan kerja sama tersebut akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke India dalam rangka pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Plus di India.
“Jadi memperingati ulang tahun antara ASEAN dan India, dan mengadakan pertemuan di sana,” ujar Menteri Wiranto di Jakarta pada Senin.
Kunjungan kerja ke India beberapa waktu lalu, ujar Wiranto, menghasilkan kerja sama di sejumlah bidang, di antaranya mengenai industri alutsista, penyelidikan kasus Laut Cina Selatan serta pendanaan terorisme.
Menindaklanjuti kerja sama tesebut, Wiranto telah memanggil seluruh pejabat terkait, yakni Kapolri, Panglima TNI, Jaksa Agung serta Kepala BIN, agar presiden bisa memutuskan pendalaman kerja sama tersebut.
“Presiden akan hadir di sana, sehingga hasil evaluasi tadi akan kita laporkan ke presiden dan beliau punya satu pandangan yang sangat luas tentang hubungan antara Indonesia dan India,” jelas Wiranto.
Meski demikian, Wiranto mengaku tertarik dengan kerja sama industri alutsista dan sistem siber di sana. Menurutnya, India telah mandiri dalam industri alutsista.
Wiranto juga berharap Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bisa bekerja sama dalam sistem siber dengan India.
“Di sana sudah maju, bahkan sudah bisa membuat kapal induk sendiri. Dan kalau kita bicara high teknologi, India sudah mengirimkan roketnya ke orbit bumi,” pungkas Wiranto.