Hayati Nupus
26 September 2017•Update: 27 September 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengingatkan agar perguruan tinggi tak dijadikan tempat penyebaran radikalisme.
“Tolak radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi seluruh Indonesia, jangan sampai bangsa kita jadi bangsa yang mundur," tegasnya di hadapan ribuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia dalam Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme di Nusa Dua, Bali, 25-26 September 2017.
Sebagai sumber pengetahuan dan pencerahan, kata Presiden, sangat berbahaya jika perguruan tinggi menjadi medan infiltrasi ideologi yang memecah belah bangsa.
Era keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi, tambah Joko Widodo, memberi celah upaya infiltrasi ideologi tanpa disadari.
Oleh karenanya, kata Joko Widodo, ideologi Pancasila perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pengajaran maupun kegiatan pendidikan non formal lainnya.
“Kita tanam kebhinekaan sebagai sumber kekuatan bangsa,” katanya.