Erric Permana
06 Desember 2017•Update: 07 Desember 2017
Erric Permana
BOGOR
Amerika Serikat bakal mengumumkan pengakuan Kota Jerusalem sebagai Ibu kota Israel pada Kamis besok.
Ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi setelah dirinya mendapatkan informasi mengenai hal itu.
"1 PM Washington DC hari rabu, berarti hari kamis pukul 1 AM di Indonesia, jadi tengah malam nanti," ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Istana Bogor, Jawa Barat.
Retno pun mengaku bakal berkomunikasi dengan negara-negara muslim lainnya mengenai hal itu. Sebab, pengakuan itu kata dia akan membahayakan perdamaian antara Israel dan Palestina serta di Timur Tengah.
"Tadi saya bicara dengan Menteri Luar Negeri Jordan antara lain Menteri Luar Negeri Turki," kata dia.
Dia pun meminta agar negara-negara anggota Organisasi Kerja Islam (OKI) untuk bertemu dan membahas sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Makanya kita masih membahas tanggal [pertemuan negara OKI] dimana, apakah di tingkat foreign minister, apakah di tingkat summit, itu terus masih dibahas," pungkas dia.
Media AS melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, sekaligus mengakui Yerusalem sebagai ibu kota resmi Israel.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Israel-Palestina, karena rakyat Palestina mengingingkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara mereka di waktu yang akan datang.