Dandy Koswaraputra
01 Juni 2018•Update: 02 Juni 2018
Dandy Koswaraputra
JAKARTA
Pemerintah mengakui telah menolak visa 53 warga Israel yang kemudian dibalas oleh pemerintah Israel dengan melarang orang Indonesia mengunjungi negara Yahudi itu.
“Pertanyaan teman-teman (jurnalis) yang beberapa hari ini tentang 53 orang warga negara Israel yang ditolak visanya, itu benar,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kepada para jurnalis, Jumat.
Menteri Yasonna menolak untuk mengungkap alasan kementeriannya tidak memberikan visa kepada sejumlah warga negara Israel tersebut untuk mengunjungi Indonesia.
“Itu adalah hasil keputusan kliring yang harus kita lakukan. Alasannya tidak dapat kami sampaikan. Ini masalahnya sensitif, kata Yasonna.
Keputusan Indonesia tersebut dibalas Israel dengan menerbitkan sebuah aturan baru-baru ini yang melarang seluruh turis berpaspor Indonesia masuk ke wilayah negara tersebut setelah 9 juni 2018.
Menurut Yasonna, menerima atau menolak visa adalah kewenangan negara masing-masing.
“Negara mempunyai kewenangan untuk melakukannya, itu kedaulatan negara,” ujar dia.
Jadi, kata Menteri Yasonna, keputusan İsrael melarang warga negara Indonesia masuk ke negara tersebut juga merupakan hak pemerintah Israel.
Yasonna membantah bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk bebas visa bagi warga negara Israel karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan negara pimpinan Benyamin Netanyahu itu.
“Saya mau menegaskan kembali apa yang sudah disampaikan oleh ibu (Menteri Luar Negeri) Retno Marsudi tadi bahwa kita tidak pernah membicarakan bahkan berdiskusi tentang bebas visa untuk negara Israel,” kata dia.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan politik luar negeri Indonesia, pertama Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Kedua, lanjut Retno, Indonesia akan terus bersama Palestina dalam perjuangan bangsanya untuk mendapatkan kemerdekaan dan hak-hak sebagai warga bangsa.
“Jadi keberpihakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina sudah sangat jelas dan saya perlu tegaskan kembali,” kata Retno.
Retno menolak bahwa Indonesia disebut-sebut melakukan pertemuan rahasia dengan pihak Israel sejak 2016 untuk mulai membahas masalah hubungan diplomatik dengan Israel.
“Saya ulangi lagi hal tersebut tidak benar,” kata Retno kepada para jurnalis, Jumat.