Hizbullah hantam tentara Israel dengan rudal di dekat perbatasan Lebanon
Israel mengatakan pihaknya membalas dengan tembakan artileri ke arah sumber tembakan
ISTANBUL
Pasukan Israel menjadi sasaran rudal anti-tank pada Rabu pagi di dekat perbatasan Lebanon, menurut pernyataan tentara Israel.
“Laporan diterima beberapa waktu lalu bahwa sebuah rudal anti-tank diluncurkan oleh pasukan militer di daerah kota Shtula dan pagar keamanan di perbatasan Lebanon,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan di X.
“Pasukan Israel merespons dengan tembakan artileri ke arah sumber serangan,” tambah pernyataan itu.
Militer Israel tidak menjelaskan dalam pernyataannya apakah serangan itu mengakibatkan korban jiwa.

Kelompok Hizbullah Lebanon pada Rabu pagi mengatakan bahwa mereka menyerang tank Merkava Israel di al-Rahib di sisi perbatasan Israel, yang mengakibatkan kematian dan korban luka pada awak tank tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diterima Anadolu, bahwa sekelompok pejuang Hizbullah menargetkan tank Merkava Israel milik tentara ‘pendudukan’ pada pukul 3.15 Rabu pagi (00.15GMT) di al-Rahib," yang berseberangan dengan Aita al-Shaab di selatan Lebanon.
“Itu adalah serangan langsung, yang menyebabkan kematian dan cedera pada awaknya,” tambah pernyataan itu.
Ketegangan berkobar di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon di tengah baku tembak antara pasukan Israel dan Hizbullah.
Pada Selasa, kelompok Hizbullah mengatakan bahwa lima anggotanya tewas di Lebanon selatan selama baku tembak dengan tentara Israel, sehingga jumlah korban tewas akibat bentrokan dengan pasukan Israel sejak dimulainya Operasi Badai Al-Aqsa menjadi sembilan orang.
Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah pada Selasa mengumumkan bahwa mereka menyerang “kendaraan tentara Israel di lokasi Metulla (di Israel utara) dan tank Zionis di barak Ramim.”
Mereka juga menyebutkan dalam pernyataan lain bahwa mereka menargetkan situs-situs Israel lainnya.
Pada Selasa pagi, tentara Israel membombardir daerah perbatasan di Lebanon selatan dan menjatuhkan bom fosfor di Dataran Marjayoun-Khiam, menurut laporan media Lebanon.
Sejak 7 Oktober, perbatasan Israel-Lebanon telah menyaksikan ketegangan tinggi dan baku tembak antara kelompok Hizbullah dan Israel mengakibatkan kematian dan korban luka di kedua sisi.
