Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Ahmad Adil
CHANDIGARH, India
Para pejabat setempat mengatakan peluang bertahan hidup bagi 15 penambang batu bara India yang terperangkap di dalam tambang yang tergenang banjir selama hampir dua minggu tampak tipis, Rabu.
Sebuah operasi untuk menyelamatkan para penambang, yang terperangkap sejak 13 Desember, sedang berlangsung di Bukit Jaintia Timur, di negara bagian Meghalaya, India, dengan melibatkan tim Pasukan Tanggap Bencana Nasional.
“Operasi penyelamatan sedang berlangsung dan kami berupaya yang terbaik. Air di dalam tambang masih terus naik. Saya pribadi melihat peluang bertahan hidup menipis,” Kyrmen Shylla, menteri manajemen bencana Meghalaya, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon.
Shylla mengatakan bahwa pemerintah Meghalaya mencari bantuan dari ibu kota.
“Pemerintah di sini telah mendekati pemerintah pusat untuk meminta bantuan. Kami berharap bisa mendapat bantuan dari mereka segera," tambahnya.
Media lokal melaporkan para penambang yang terperangkap telah menggunakan metode terlarang yang dikenal sebagai penambangan “lubang tikus”, di mana para penambang menggali terowongan yang sangat kecil untuk masuk dan menggali batubara.
Pada Rabu, Rahul Gandhi, kepala oposisi utama India, meminta bantuan kepada perdana menteri melalui akun Twitter-nya.
“15 penambang telah berjuang untuk mendapatkan udara di tambang batu bara yang terkena banjir selama dua minggu. PM tolong selamatkan para penambang," cuitnya.