Maria Elisa Hospita
27 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Abdelraouf Arnaout
YERUSALEM
Sheikh Ekrima Sabri, imam di Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur, mengecam kritik yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini.
Sabri - yang juga kepala Dewan Islam Tertinggi Yerusalem - mengaitkan pernyataan Netanyahu dengan fakta bahwa Israel "tidak ingin ada negara yang mendukung perjuangan Palestina".
"Israel terbiasa mendistorsi fakta, tapi dunia tahu yang sebenarnya," tegas dia.
"Palestina menghargai orang-orang, pemerintah, dan presiden Turki atas dukungan mereka untuk hak-hak Palestina, terutama dalam hal Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa," tambah Sabri.
Dalam serangkaian cuitan, Netanyahu menyerang presiden Turki terkait operasi kontraterorisme Turki di tenggara negara itu dan sengketa Siprus yang telah berlangsung lama.
Erdogan pun menanggapi kritik Netanyahu dengan menyebut Israel pendukung terorisme.
Mengenai rencana Israel untuk mengadakan pemilihan umum lebih awal, Sabri mengatakan bahwa Palestina tak berharap banyak dengan pemilu itu.
"Kami tidak berharap banyak karena semua partai politik Yahudi mendukung gagasan 'negara Yahudi' dan penindasan rakyat Palestina," ujar Sabri.
"Netanyahu mungkin meningkatkan ketegangan [dengan Jalur Gaza yang dikelola Hamas] untuk mendapatkan popularitas [menjelang pemilihan] dan mengalihkan perhatian publik dari banyak tuduhan korupsi yang dihadapinya," kata dia lagi.