Maria Elisa Hospita
24 Oktober 2018•Update: 25 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Para menteri luar negeri negara-negara G7 dan Uni Eropa pada Selasa mengecam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang telah dikonfirmasi oleh Kerajaan Arab Saudi terjadi di konsulatnya di Istanbul.
"Konfirmasi kematian Jamal Khashoggi adalah langkah pertama menuju proses dengan transparansi penuh dan akuntabilitas," kata menteri luar negeri Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan representatif tinggi Uni Eropa dalam pernyataan bersama.
"Namun, penjelasan itu masih meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab," tambah mereka.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan detil kasus pembunuhan Khashoggi dan menyebut insiden itu sebagai "pembunuhan berencana".
Khashoggi terakhir terlihat pada 2 Oktober, ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Di hari yang sama, 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat negara, tiba di Istanbul dan mengunjungi gedung konsulat itu. Seluruh individu tersebut dinyatakan telah meninggalkan Turki.
Setelah berhari-hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pada Sabtu menyatakan Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulat.
Uni Eropa dan negara-negara G7 menegaskan harapan mereka untuk "penyelidikan yang menyeluruh, kredibel, transparan, dan cepat oleh Arab Saudi, sekaligus kerja sama penuh dengan otoritas Turki, terkait kematian Khashoggi".
"Mereka yang terlibat dalam pembunuhan harus dimintai pertanggungjawaban," tandas mereka.
Dalam pertanyaan itu juga ditegaskan bahwa Arab Saudi "harus mampu memastikan agar hal semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi".
Para menteri pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Khashoggi, menambahkan bahwa "kematian Khashoggi menegaskan kembali perlunya perlindungan untuk wartawan dan kebebasan berekspresi di seluruh dunia".