Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 Oktober 2018•Update: 25 Oktober 2018
Sibel Ugurlu
ANKARA
Tanggapan Uni Eropa terhadap pembunuhan Jamal Khashoggi akan bergantung pada langkah-langkah berikutnya yang akan diambil oleh pemerintah Saudi, kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa pada Selasa.
Berbicara di Parlemen Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan Uni Eropa telah meminta Arab Saudi untuk menjelaskan peristiwa 2 Oktober tersebut melalui penyelidikan penuh, kredibel, transparan dan cepat.
"Kami juga telah meminta Arab Saudi untuk berkolaborasi penuh dengan pihak berwenang Turki," katanya.
"Kami berharap bahwa semua orang akan berupaya untuk menetapkan fakta. Ini adalah titik awal," kata Mogherini, menambahkan bahwa penyelidikan harus didorong oleh pencarian kebenaran, bukan oleh geopolitik.
Mogherini mengatakan konfirmasi kematian Khashoggi adalah langkah pertama menuju kebenaran dan menuju akuntabilitas.
"Tetapi penjelasan yang diberikan oleh otoritas Saudi sejauh ini meninggalkan banyak keraguan dan banyak pertanyaan yang tidak terjawab," ungkapnya.
Mengingatkan tentang pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri pekan lalu, Mogherini mengatakan semua dari 28 Menteri Luar Negeri anggota UE setuju untuk menuntut penyelidikan yang kredibel dan transparan.
"Kami sedang mengupayakan langkah-langkah dan pernyataan lebih lanjut untuk diambil bersama-sama," tambahnya.
Khashoggi, kolumnis The Washington Post, telah hilang sejak memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah beberapa hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pekan lalu mengklaim Khashoggi meninggal dalam perkelahian di dalam konsulat.
Pada hari Khashoggi menghilang, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat dia masih berada di dalam, menurut sumber-sumber kepolisian Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.