G7 akan bertindak jika Rusia tidak menghentikan 'agresinya'
Para pemimpin Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS meminta Rusia untuk 'segera menghentikan serangan yang sedang berlangsung'
Rabia Iclal Turan
28 Februari 2022•Update: 01 Maret 2022
ISTANBUL
Para pemimpin negara-negara industri Kelompok Tujuh (G7) mengatakan pada Minggu bahwa mereka akan terus mengambil langkah-langkah jika Rusia tidak menghentikan “perang agresi” terhadap Ukraina.
Para pemimpin Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan AS mengadakan konferensi video yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock dan juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.
Menurut sebuah pernyataan setelah pertemuan itu, mereka mengutuk "perang agresi Rusia terhadap Ukraina, yang dibantu oleh Belarus."
"G7 telah mengajukan sanksi besar-besaran dan terkoordinasi, termasuk terhadap Belarus karena memfasilitasi serangan Rusia," kata pernyataan itu.
Mereka meminta Rusia untuk "segera menghentikan serangan yang sedang berlangsung."
"Rusia akan bertanggung jawab atas segala kerusakan yang ditimbulkan agresi militernya terhadap Ukraina dan penduduknya serta internasional dan properti mereka," tambahnya.
Serangan Rusia ke Ukraina telah memasuki hari kelima, dengan laporan terbaru menunjukkan bahwa pasukan Rusia sedang menuju ibu kota, Kyiv.
Penyerangan itu disambut oleh protes dari komunitas internasional, dengan Uni Eropa, Inggris dan AS menerapkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Kremlin.
Rusia semakin dikucilkan karena maskapainya dilarang bepergian di wilayah udara Eropa dan sejumlah banknya telah dikeluarkan dari sistem perbankan internasional SWIFT.
G7 akan bertindak jika Rusia tidak menghentikan 'agresinya'