Umar İdris
21 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
Emin Avundukluoglu
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan menggambarkan anggaran sebagai "batu penjuru" bagi pembangunan Turki, dikutip dari pesan suara di Twitter.
"Saya mengucapkan selamat kepada semua orang, yang mengerahkan upaya, khususnya Majelis Nasional Turki yang melakukan pekerjaan anggaran, yang saya pikir merupakan landasan yang sangat penting, keberhasilan dari para wakil kami, dalam perjalanan kami menuju target 2023 ," kata Erdogan.
"Sekarang saatnya untuk berjalan melalui tujuan kami dengan lebih tegas dan kuat," tambahnya.
Anggaran negara ini adalah anggaran ke-18 belas yang diajukan oleh Partai AK sebagai partai penguasa dan anggaran kedua di bawah sistem pemerintahan presidensial.
Parlemen Turki pada Sabtu mengesahkan anggaran negara setelah sesi pembahasan secara maraton selama 12 hari di tingkat rapat paripurna (general assembly).
Ketua Parlemen Mustafa Sentop mengumumkan pengesahan anggaran tersebut didukung oleh 329 anggota parlemen, sementara 159 memilih menentangnya, dari total anggota sebanyak 600 orang anggota.
Anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa dan oposisi Partai Gerakan Nasionalis (MHP) menyetujui anggaran.
Turki mengalokasikan sebanyak 88,5 miliar lira (USD15 miliar) untuk investasi publik dalam transportasi, industri, kesehatan, dan pendidikan.
Belanja diproyeksikan sebesar 1,095 triliun lira (USD$0,19 triliun) dan belanja atau non-bunga akan mencapai 956,5 miliar liras (USD163,14 miliar).
Total pendapatan diproyeksikan sebesar 956,6 miliar lira (USD162 miliar) dan pendapatan pajak sebesar 784,6 miliar lira (USD133 miliar).
Defisit anggaran diprediksi mencapai 138,9 miliar lira (hampir USD23 miliar) pada tahun depan.
Pemerintah meningkatkan belanja pertanian lebih dari 33,4 miliar lira tahun lalu (USD5,67 miliar). Dan sekarang dialokasi 22 miliar lira (USD3,7 miliar) untuk program-program pertanian.
Sementara itu, dukungan pada sektor riil akan berlanjut hingga tahun depan dengan alokasi 44,5 miliar lira (USD7,56 miliar).
Sebanyak 188,6 miliar lira (USD32 miliar) akan dialokasikan untuk pengeluaran kesehatan.
Sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah, dengan alokasi anggaran yang meningkat dari 11,3 persen pada 2002 menjadi 17,2 persen pada 2020.
Juga, pemerintah menetapkan target pendapatan 10 miliar lira (USD1,71 miliar) dari privatisasi atau penjualan aset pada tahun 2020.