Muhammad Abdullah Azzam
18 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Mümin Altaş
CHRİSTCHURCH
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dirinya berharap pemerintah Selandia Baru akan menangani serius serangan teroris di dua masjid di negaranya.
“Seharusnya pemerintah Selandia Baru tak menganggap ringan masalah teror ini, seperti negara-negara Barat meremehkan masalah tersebut," ungkap Erdogan dalam perbincangan telepon dengan masyarakat Selandia Baru.
Wakil Presiden Fuat Oktay dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menelpon Erdogan di sela kunjungannya ke keluarga Muslim yang menjadi korban serangan teroris Jumat lalu.
Melalui sambungan telepon, Presiden Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban dan dia berharap kesembuhan segera bagi warga Muslim yang terluka dalam serangan itu.
"Saya harus menyampaikan dengan sangat jelas bahwa ini bukan peristiwa yang dilakukan oleh individu, sangat jelas bahwa ini adalah serangan terencana,” ungkap Erdogan.
Erdogan menyebut pelaku penyerangan teroris itu telah memasuki Turki dua kali.
"Pertama dia tinggal di Turki selama 3 hari, sementara kunjungan kedua dia tinggal selama 43 hari untuk mempelajari wilayah Turki, termasuk negara-negara sekitar. Intelijen kami telah mengumpulkan informasi tersebut,” tutur Erdogan.
Erdogan mengungkapkan semua Muslim yang ada di Selandia Baru dan sekitarnya adalah saudaranya. Dia menyampaikan keinginannya untuk bertatap muka dengan para keluarga korban serangan teroris.
Usai pernyataan Erdogan tersebut, para warga yang berbincang melalui telepon berkata, "Kami mencintaimu, semoga Allah melindungi Anda dan Turki."