Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Maret 2019•Update: 19 Maret 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Perdana menteri Selandia Baru pada Senin mengumumkan akan melakukan reformasi dalam undang-undang senjata di negara itu, setelah serangan teroris di dua masjid yang menewaskan sedikitnya 50 orang di Christchurch.
"Kenyataannya adalah bahwa setelah Jumat pukul 1 siang, dunia kita berubah selamanya dan demikian pula hukum kita," kata Jacinda Ardern pada konferensi pers, yang disiarkan oleh Television New Zealand yang dikelola pemerintah.
Ardern mengatakan perincian perubahan akan diumumkan minggu depan.
"Ini pada akhirnya berarti bahwa dalam 10 hari dari tindakan terorisme yang mengerikan ini, kami akan mengumumkan reformasi yang, saya yakin, akan membuat masyarakat kami lebih aman," kata Ardern.
"Jika kita ingin memastikan keselamatan umat Islam dan lainnya ... kita harus hidup dengan kenyataan bahwa ada orang-orang yang tidak memiliki nilai-nilai keterbukaan seperti kita," tambahnya.
Kampanye donasi sedang berlangsung
Sementara itu, kampanye penggalangan dana online untuk para korban serangan Christchurch sedang berlangsung.
Dua situs web sejauh ini telah mengumpulkan hampir NZD8 juta (Rp. 78,1 miliar)
Kampanye di givealittle.co.nz mengumpulkan NZD 5,9 juta (Rp. 57,6 miliar), sementara launchgood.com mengumpulkan NZD2 juta dolar Selandia Baru (Rp. 19,5 miliar).
Menurut media lokal Selandia Baru, selebritas termasuk Madonna, Ashton Kutchner dan Ben Stiller juga menjanjikan sumbangan ribuan dolar untuk para korban.
Stuff.co.nz mengatakan penyanyi Madonna berjanji untuk menyumbangkan NZD27.000 (Rp. 263,9 juta), sementara aktor Ashton Kutchner dan Ben Stiller masing-masing menjanjikan NZD1.460 (Rp. 14,2 juta).
Sedikitnya 50 orang tewas ketika seorang teroris bernama Brenton Harrison Tarrant menembaki para jemaah pada waktu salat Jumat di masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, kota terbesar ketiga di Selandia Baru.