ANKARA
Sejumlah senjata yang diberikan AS kepada organisasi teroris PYD/PKK atas dasar pemberantasan organisasi teroris Daesh juga digunakan dalam serangan teror di Turki.
Menurut penelusuran reporter Anadolu Agency, AS mengirim senjata pertama untuk PYD/PKK ke Pangkalan Udara Rmeilan pada 7 April. Helikopter AS menurunkan muatan militer kepada elemen PYD/PKK di Rmeilan.
Sejak saat itu bantuan AS untuk PYD/PKK terus berlanjut. Jumlah bantuan tersebut dikabarkan bisa memenuhi kebutuhan 30-40 ribu tentara.
Seorang mantan juru bicara SDF Suriah, sebuah kelompok yang didominasi oleh teroris PKK/PYD, Talal Silo, yang kemudian melarikan diri dari kawasan juga mengakui AS memberikan bantuan senjata dan pelatihan militer.
“Mereka tidak peduli ke mana senjata itu pergi, mereka bahkan tidak pernah bertanya,” kata Silo.
Organisasi teroris menggunakan senjata tersebut dalam serangan di Provinsi Hakkari, Turki, yang menewaskan sembilan petugas keamanan. Senjata anti-tank AT-4 yang digunakan dalam serangan tersebut termasuk salah satu senjata yang diberikan AS kepada organisasi teroris PYD/PKK.
Menteri Pertahanan Nasional Turki Nurettin Canikli sebelumnya telah menyampaikan foto-foto yang menunjukkan bahwa PYD/YPG adalah elemen organisasi teroris PKK kepada Menteri Pertahanan AS James Mattis, dalam pertemuan di Brussel.
Angkatan Bersenjata Turki juga menemukan sejumlah senjata yang diberikan AS kepada organisasi teroris PYD/PKK di gua-gua persembunyian mereka di Provinsi Sirnak dan Hakkari, Turki. Ini menunjukkan jaminan yang diberikan negara-negara sekutu agar senjata tersebut tidak digunakan di Turki belum cukup.
Departemen Pertahanan AS mengakui telah mengirim sekitar 50 ton persenjataan untuk PYD pada Oktober 2015. Sumber-sumber lokal di Suriah juga melaporkan pesawat kargo militer Rusia menurunkan lima ton amunisi di wilayah Sheikh Maqsoud di utara Aleppo yang berada di bawah kendali PYD pada 2 Desember 2015.
Kantor militer Turki sebelumnya juga menyatakan persenjataan yang dikirimkan melalui Irak dan Suriah tersebut digunakan oleh para teroris dalam serangan terhadap pasukan keamanan Turki.
Salah satu serangan teror yang dimaksud adalah serangan di Kantor Kepolisian Diyarbakir pada April lalu. Dari bangunan di sekitar kantor kepolisian, penyelidik menemukan sekitar satu ton bahan peledak yang terbuat dari TNT, RDX, bahan bakar dan amonium nitrat yang kerap di gunakan tentara AS.
Turki berulang kali menyuarakan penolakannya atas bantuan senjata oleh AS kepada organisasi teroris PYD/PKK. Persoalan ini juga menjadi agenda dalam percakapan telepon Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump bulan lalu, Trump dikabarkan telah memberikan arahan untuk menghentikan bantuan.
PKK/PYD adalah organisasi teroris PKK cabang Suriah yang sudah lebih dari 30 tahun melancarkan kampanye teror melawan Turki.
AS menyediakan senjata untuk teroris PKK/PYD dengan tujuan melawan Daesh di Suriah. AS mengabaikan kaitan kelompok tersebut dengan PKK yang diakui oleh AS, Uni Eropa, dan Turki sebagai organisasi teroris.
Puluhan ribu orang terbunuh sejak PKK meluncurkan kampanye teror di Turki pada 1984.
news_share_descriptionsubscription_contact
