Türkİye, Dunia, Nasional, Operasi Mata Air Perdamaian

Dubes Turki: Kami tak ada niat menduduki Suriah

Kılıç menerangkan tentara Turki akan kembali ke tanah airnya setelah berhasil membersihkan wilayah tersebut dari kelompok teroris

Pizaro Gozali İdrus  | 15.10.2019 - Update : 17.10.2019
Dubes Turki: Kami tak ada niat menduduki Suriah Ilustrasi: Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kılıç berbicara dengan Kantor berita Turki Anadolu Agency pada wawancara di Kedutaan Besar Turki di Jakarta, Indonesia pada 12 Agustus 2019. (Anton Raharjo - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Duta Besar Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kılıç menerangkan negaranya tidak ada niat menduduki Suriah saat menjalankan Operasi Mata Air Perdamaian sebagaimana pemberitaan media internasional.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa Turki tidak memiliki niat untuk menguasai tanah milik negara mana pun. Turki berupaya menyelamatkan perbatasannya,” kata Kılıç dalam wawancara dengan Anadolu Agency di Jakarta pada Selasa.

Kılıç menyampaikan negaranya menghormati integritas Suriah dan sama sekali tidak berniat membunuh warga sipil.

Tentara Turki akan kembali ke tanah airnya setelah berhasil membersihkan wilayah tersebut dari kelompok teroris.

“Kami memiliki negara yang indah. Itu cukup bagi kami,” terang Kılıç.

PKK bunuh warga sipil

Kılıç mengkritisi pemberitaan media barat yang menyebut Operasi Mata Air Perdamaian bertujuan membunuh warga Kurdi.

“Semuanya omong kosong. Sebanyak 10 juta orang Kurdi tinggal di Turki,” terang dia.

Dubes yang berlatarbelakang seorang akademisi itu mengatakan, orang-orang Kurdi, sejak zaman Ottoman sampai sekarang, hidup bersama dengan damai.

Namun, kelompok teroris PKK dan organisasi turunannya telah melakukan perlawanan terhadap pemerintah Turki.

“Mereka memerangi warga sipil Turki, masyarakat dan tentara Turki,” kata Kılıç.

Kelompok teroris PKK, kata Kiliç, setiap hari melakukan serangan bunuh diri di Turki.

Sejauh ini, mereka telah membunuh banyak orang, termasuk orang Kurdi.

Salah satu bagian dari PKK adalah YPG, organisasi teror yang beroperasi di bagian timur laut Suriah.

Di wilayah tersebut, terang Kılıç, mayoritas penduduknya adalah orang Arab. Beberapa penduduk juga warga Turkmen dan Kurdi.

“Tapi YPG telah melakukan sejumlah perubahan demografis dengan mendorong warga Arab dan Turki untuk meninggalkan daerah itu,” kata Kılıç.

Kılıç menampik tudingan sejumlah pihak yang menyebut Turki memberikan senjata dan senapan kepada YPG untuk berperang melawan Daesh.

“Sejauh ini, kami tidak pernah mengirim satu peluru pun ke Daesh. Semua senjata yang mereka dapatkan dari kekuatan besar digunakan untuk melawan Turki,” terang dia.

Kılıç menuturkan Turki sejak awal selalu bekerja sama dengan sekutu Barat dan selalu memenuhi tugasnya dalam bidang keamanan.

Namun, ujar Kılıç, alih-alih mendukung tindakan dan niat Turki, negara Barat selalu mendukung kelompok teroris YPG.

“Kelompok ini, seperti yang saya katakan, mulai menggunakan senjata-senjata mereka untuk melawan Turki,” jelas dia.

Turki telah mengingatkan negara-negara barat berulang kali terkait ancaman YPG.

"Anda mendukung kelompok itu, tetapi mereka berperang melawan kami," kata Kılıç.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.