Umar İdris
08 Juli 2019•Update: 08 Juli 2019
Shadi Khan Saif
KABUL
Hari pertama dialog perdamaian intra-Afghanistan di Doha, Qatar berakhir pada Minggu dengan pesan-pesan positif dari para peserta.
Potzel Markus, utusan Jerman untuk Afghanistan, dan Mutlaq bin Majed Al-Qahtani, utusan khusus menteri luar negeri Qatar, membuka dialog di ibukota Doha.
“Kita telah mengambil inisiatif untuk mengadakan dialog untuk menyiapkan jalan menuju perdamaian di Afghanistan. Pembicaraan saja tidak cukup. Dialog perlu dilanjutkan dengan proses negosiasi yang berarti. Masa depan Afghanistan yang bisa ditentukan ditentukan oleh Afghanistan sendiri," kata utusan Jerman Potzel Markus dalam akun Twitter.
Perundingan perdamaian Afghanistan antara Taliban dan Amerika Serikat (AS) putaran ketujuh di Doha dihentikan selama dua hari menyusul dialog perdamaian yang berlangsung antara politisi dan masyarakat sipil di lokasi yang sama.
Visual yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah politisi Afghanistan berbagi meja makan dengan para pemimpin Taliban di lingkungan yang ramah.
AS dan Qatar menyambut baik pembicaraan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyambut gembira dialog perdamaian tersebut.
"Ini luar biasa, melihat pejabat senior pemerintah Afghanistan, masyarakat sipil, perempuan, dan perwakilan Taliban dalam satu meja bersama," kata Pompeo melalui akun Twitter.
Deputi Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al Thani menyambut perwakilan Afghanistan mengadakan perundingan damai di Doha dan menyatakan harapannya dialog berlangsung secara konstruktif dan memenuhi aspirasi masyarakat Afghanistan demi perdamaian dan stabilitas.
Meskipun pemerintah Afghanistan secara resmi tidak memiliki perwakilan dalam dialog perdamaian dengan Taliban, namun sejumlah pejabat tinggi dari Kabul ikut hadir dalam kapasitas pribadi.
Saat dialog sedang berlangsung, sebuah bom bunuh diri melalui mobil yang diklaim Taliban menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 50 lainnya di Provinsi Ghazni. Banyak korban adalah anak-anak sekolah.
Presiden Mohammad Ashraf Ghani menyebut serangan itu adalah "kejahatan terhadap kemanusiaan" dan mengatakan tindakan Taliban tersebut sekali lagi mengungkapkan permusuhan terhadap rakyat Afghanistan.
Pada Sabtu, Zalmay Khalilzad, perwakilan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, melalui serangkaian tweet selama enam hari terakhir, bahwa pembicaraan dengan para pemimpin gerilyawan Afghanistan merupakan "sesi paling produktif hingga saat ini".