Maria Elisa Hospita
21 Juni 2019•Update: 24 Juni 2019
Ahmed Asem, Bahram Abdel-Monem
KHARTOUM (AA) - Dewan militer yang berkuasa di Sudan memberhentikan jaksa agung negara itu sehubungan dengan tindak kekerasan ke para demonstran baru-baru ini.
Dewan Militer Transisi (TMC) memberhentikan jaksa penuntut umum Alwaleed Sayed Ahmed Mahmoud, kemudian menunjuk Abdullah Ahmed Abdullah sebagai penggantinya.
Kamis lalu, juru bicara TMC Shamseddine Kabbashi mengatakan mantan jaksa agung Mahmoud telah berpartisipasi dalam pertemuan keamanan dan turut menyarankan operasi pembubaran massa di depan markas besar militer di Khartoum.
Pada 3 Juni, pasukan keamanan Sudan membubarkan massa dengan paksa yang kemudian berujung ricuh.
Kericuhan itu menewaskan lebih dari 100 orang, sementara TMC menyebutkan jumlah korban jiwa 35 orang.
Pada Minggu, mantan jaksa agung Mahmoud membantah telah berdiskusi dengan TMC. Dia juga mengancam akan mengundurkan diri karena intervensi dalam kewenangannya.
Sudah masih dilanda gejolak sejak 11 April, ketika kudeta militer menggulingkan mantan presiden Omar al-Bashir yang telah berkuasa selama 30 tahun.
Saat ini, TMC sekarang mengawasi "masa transisi" yang akan berlangsung selama dua tahun ke depan.
TMC telah mengumumkan akan menyusun pemerintahan teknokrat dan mengadakan pemilihan umum dalam waktu satu tahun.
Meskipun begitu, warga Sudan masih terus berunjuk rasa untuk menuntut dewan militer agar menyerahkan kekuasaan ke otoritas sipil sesegera mungkin.
*Ditulis oleh Mahmoud Barakat