Politik, Dunia

Denmark dan Greenland usulkan misi NATO di kawasan Arktik

Denmark dan Greenland mengusulkan pembentukan misi NATO di kawasan Arktik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik

Ilayda Cakirtekin, Muhammad Abdullah Azzam  | 21.01.2026 - Update : 21.01.2026
Denmark dan Greenland usulkan misi NATO di kawasan Arktik

ISTANBUL

Pemerintah Denmark bersama Greenland mengusulkan pembentukan misi NATO di kawasan Arktik di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pernyataan Amerika Serikat terkait wilayah otonom tersebut.

Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen, Senin (20/1), mengatakan usulan itu telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam pertemuan di Brussels.

Poulsen menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt, setelah keduanya bertemu dengan Mark Rutte dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas.

“Kami telah membahasnya dan juga telah mengusulkannya,” kata Poulsen, seraya menambahkan bahwa Denmark dan Greenland mendorong kehadiran NATO di Arktik sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan.

Poulsen tidak merinci tanggapan Sekjen NATO atas usulan tersebut. Namun, ia menegaskan Denmark akan terus menjalin dialog dengan pejabat Amerika Serikat dan tidak akan menghentikan upaya diplomasi.

“Denmark tidak akan menjadi pihak yang menyerah dalam mengupayakan dialog,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya NATO bagi keamanan Eropa, seraya mengatakan bahwa penarikan Amerika Serikat dari aliansi tersebut akan menimbulkan tantangan besar. Poulsen mengakui sejumlah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland telah menimbulkan kekhawatiran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt menegaskan bahwa kerja sama antarnegara sekutu tetap menjadi prioritas, dengan fokus pada pertahanan bersama.

Motzfeldt menyatakan pertahanan Greenland tidak terpisahkan dari pertahanan Amerika Serikat, sekaligus menekankan pentingnya keterlibatan Greenland dalam menyuarakan kepentingan rakyatnya.

“Bagi kami, yang terpenting adalah dapat berbicara atas nama masyarakat Greenland sambil berkontribusi mencari solusi terbaik bagi kepentingan mereka,” katanya.

Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik serta kekayaan sumber daya mineral. Wilayah tersebut menarik perhatian Amerika Serikat di tengah kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Rusia dan China.

Presiden Donald Trump sebelumnya berulang kali menyatakan Amerika Serikat perlu menguasai Greenland demi kepentingan keamanan nasional dan mencegah pengaruh Rusia maupun China. Ia juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara sekutu yang menentang rencana tersebut.

Denmark dan Greenland secara tegas menolak wacana penjualan wilayah itu dan kembali menegaskan kedaulatan Denmark atas Greenland.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın