Maria Elisa Hospita
14 Mei 2019•Update: 14 Mei 2019
Omer Erdem
KHARTOUM, Sudan
Sejumlah kelompok bersenjata menyerang demonstran antirezim dan pasukan pemerintah, pada Senin, di luar markas tentara di ibu kota Sudan. Serangan ini menyebabkan lima orang tewas, dan 15 lainnya luka-luka.
Dalam sebuah pernyataan, Komite Sentral Dokter Sudan mengatakan para pengunjuk rasa diserang dengan senjata dan tongkat.
Pihak oposisi Freedom and Change mengklaim unit intelijen dan kelompok milisi dari rezim lama mendalangi serangan itu.
Beberapa demonstran mengklaim para penyerang berasal dari milisi Rapid Support Forces (RSF) yang mendukung Angkatan Darat Sudan.
Menurut pernyataan Dewan Transisi Militer (MTC), empat tentara, termasuk seorang perwira, tewas dalam serangan itu.
Pada 11 April, tentara Sudan mengumumkan "pencopotan" Presiden Omar al-Bashir setelah berkuasa selama 30 tahun.
MTC saat ini mengawasi "masa transisi" selama dua tahun.
Sementara itu, para demonstran bersikukuh menuntut dewan militer yang berkuasa menyerahkan otoritas secepat mungkin kepada badan sipil.
*Ditulis oleh Sena Guler