Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
California menjadi negara bagian terbaru yang menangguhkan eksekusi pada Rabu, setelah para pemilih menolak upaya untuk mencabut hukuman mati sebanyak dua kali dalam enam tahun terakhir.
Gubernur Gavin Newsom menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan moratorium hukuman mati di negara bagian AS yang paling padat penduduknya itu dan segera menutup ruang eksekusi di Penjara Negara San Quentin di Wilayah San Francisco Bay tempat negara itu mengeksekusi terpidana.
Tidak ada eksekusi yang terjadi di penjara sejak 2006, sebagian karena proses banding yang panjang yang dapat secara signifikan mencegah hukuman dilakukan di samping proses birokrasi untuk memperoleh obat-obatan yang digunakan untuk suntikan mematikan.
Secara keseluruhan, 737 narapidana sedang menunggu hukuman mati di California dan hukuman mereka sekarang akan ditunda tanpa batas waktu.
Setelah menandatangani perintah itu, Newsom mengatakan keputusannya tidak sembrono, menunjukkan kelemahan dalam sistem peradilan pidana yang mengakibatkan orang dihukum mati dan kemudian ditemukan tidak bersalah atas kejahatan yang mereka lakukan.
"Kami tidak ingin mengikuti Arab Saudi. Kami tidak ingin melestarikan apa yang terjadi di Korea Utara," katanya kepada wartawan di ibu kota negara bagian itu.
"Saya melakukan ini dengan hati yang berat, dengan penghargaan yang mendalam untuk emosi yang mendorong masalah ini dan saya melakukannya dengan memikirkan para korban," tambah Newsom.
California saat ini menjadi negara bagian keempat yang memberlakukan moratorium hukuman mati.
Pejabat tinggi negara bagian Colorado, Oregon dan Pennsylvania sebelumnya telah melakukan tindakan serupa.