Servet Gunerigok
23 Februari 2022•Update: 24 Februari 2022
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membatalkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa pada Kamis mendatang menyusul pengakuan Moskow atas dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina.
“Sekarang kita melihat invasi telah dimulai dan Rusia memperjelas penolakannya terhadap diplomasi, tidak masuk akal untuk melanjutkan pertemuan untuk saat ini,” kata Blinken saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Departemen Luar Negeri.
Blinken mengatakan dia mengirim surat kepada Lavrov untuk memberi tahu tentang pembatalan itu.
“Amerika Serikat dan saya secara pribadi tetap berkomitmen untuk diplomasi jika Rusia siap melakukan langkah-langkah nyata untuk memberikan kepercayaan komunitas internasional untuk serius mengurangi eskalasi dan menemukan solusi diplomatik.
"Kami akan melanjutkan koordinasi dengan sekutu dan mitra kami berdasarkan tindakan Rusia dan fakta di lapangan," ungkap Blinken.
Blinken dan Lavrov dijadwalkan bertemu asalkan Rusia tidak menginvasi Ukraina.
Namun Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur yang memisahkan diri sebagai negara merdeka.
Blinken menyebut pidato Putin "sangat mengganggu," dan "pernyataan Putin hari ini menjelaskan kepada dunia bagaimana dia memandang Ukraina, bukan sebagai negara berdaulat dengan hak atas integritas teritorial dan kemerdekaan, melainkan sebagai bentukan Rusia, dan karena itu tunduk ke Rusia."
Kuleba mengatakan Ukraina "sangat" percaya bahwa waktu untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan kepemimpinannya adalah sekarang demi mencegah invasi lebih lanjut.
"Dunia harus menanggapi dengan segala kekuatan ekonominya untuk menghukum Rusia atas kejahatan yang telah dilakukannya dan sebelum kejahatan yang direncanakannya. Pukul ekonomi Rusia sekarang, dan pukul dengan keras," kata Kuleba.