Burak Bir
08 Mei 2024•Update: 10 Mei 2024
LONDON
Menteri Luar Negeri Belgia Hadja Lahbib mengatakan bahwa negaranya akan mendukung resolusi untuk mengakui Palestina sebagai anggota penuh PBB.
“Pemungutan suara akan dilakukan minggu ini, pada 10 Mei. Penting bagi Uni Eropa untuk tidak melewatkan momen bersejarah ini,” kata Lahbib pada Senin saat bertemu dengan sejawatnya dari Palestina, Riyad al-Maliki.
Dia juga mengatakan bahwa Belgia ingin menjadi sponsor bersama dan mendukung resolusi tersebut.
Mem-posting foto pertemuannya dengan menlu Palestina di X, Lahbib menyampaikan bahwa Belgia akan mendukung status keanggotaan Palestina di PBB.
Dia menambahkan bahwa ini adalah “langkah penting pertama menuju perdamaian.”
Palestina diterima sebagai negara pengamat Majelis Umum PBB pada 2012, yang mana Majelis mengizinkan utusan Palestina untuk berpartisipasi dalam perdebatan dan organisasi PBB tetapi tak punya hak dalam pemungutan suara.
Pada 18 April, AS memveto pengajuan untuk keanggotaan penuh Palestina di Dewan Keamanan PBB. Hasil pemungutan suara di dewan keamanan yang beranggotakan 15 negara itu menghasilkan 12 suara mendukung, dengan AS menentang dan dua abstain – Inggris dan Swiss.
Sebuah resolusi dewan memerlukan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari anggota tetap – Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, Rusia atau China.