Burc Eruygur
31 Maret 2023•Update: 13 Mei 2023
ISTANBUL
Belarus pada Kamis mengatakan pengerahan pasukan NATO di dekat perbatasan negara-negara tetangga menandakan "eskalasi yang tidak bertanggung jawab" di tengah berlanjutnya perang di negara tetangga Ukraina.
“Pengerahan pasukan baru NATO di dekat perbatasan Belarus & perluasan aliansi di Eropa Utara merupakan eskalasi yang tidak bertanggung jawab dan faktor utama yang mengancam keamanan Eropa,” kata Kementerian Luar Negeri Belarusia di akun Twitter.
Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan atas kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell yang mengatakan di Twitter bahwa Belarus yang menjadi tuan rumah senjata nuklir Rusia akan menjadi "peningkatan dan ancaman yang tidak bertanggung jawab terhadap keamanan Eropa."
“Belarus masih bisa menghentikannya, itu adalah pilihan mereka. Uni Eropa siap menanggapi dengan sanksi lebih lanjut,” kata Borrell.
Presiden Rusia Vladimir Putin minggu lalu mengumumkan bahwa Rusia akan menyelesaikan pembangunan fasilitas penyimpanan khusus untuk senjata nuklir taktis di negara tetangga Belarus, yang memicu kecaman internasional yang keras.
Putin mengatakan Moskow telah menyerahkan sistem rudal Iskander ke Belarus. Rudal tersebut dapat digunakan untuk meluncurkan senjata nuklir.
Kementerian Luar Negeri Belarus pada Selasa mengatakan kepada kantor berita negara Rusia TASS mengatakan pihaknya tidak melanggar perjanjian non-proliferasi internasional dengan menjadi tuan rumah senjata nuklir Rusia, dengan alasan bahwa langkah tersebut dipaksakan oleh tekanan bertahun-tahun oleh Barat.